Tuesday

Surat Alam Nasyrah: 8 Ayat | الشرح

Teks/Lafadz Arab Alam Nasyrah ﴾ Asy Syarh ﴿, Surat ke 94 dilengkapi dengan Terjemah serta Tafsir dan Asbabun Nuzul.


MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makiyyah dan diturunkan sesudah surat Adh Dhuhaa. Nama "Alam Nasyrah" diambil dari kata "Alam Nasyrah" yang terdapat pada ayat pertama, yang berarti: "bukankan Kami yang melapangkan".

Pokok-pokok isinya:
Penegasan tentang ni'mat-ni'mat Allah s.w.t. yang diberikan kepada Nabi Muhammad s.a.w., dan pernyataan Allah bahwa di samping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan amal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya.

Tafsir dan Asbabun Nuzul Ayat 1 - 8

Ayat 1

Tafsir:
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Alam Nasyrah 1
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (1)
Hubungan surah Alam Nasyrah ini dengan sebelumnya yakni surah Ad Duha sangat kuat, sehingga Tawus dan Umar bin Abdul Aziz menyatakan bahwa surah Ad Duha dan surah Alam Nasyrah itu satu. Mereka membaca kedua surah tersebut dalam satu rakaat dan tidak membatasinya dengan ucapan basmalah. Tetapi menurut berita yang mutawatir bahwa Ad Duha dan Alam Nasyrah dua surah meskipun terdapat hubungan arti antara keduanya, karena masing-masing surah itu menyebut beberapa nikmat serta meminta agar mensyukurinya.
Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa Dia telah melapangkan dada Nabi-Nya dan menyelamatkan dari kebingungan yang merisaukannya akibat kebodohan dan keras kepala kaumnya. Mereka tidak mau mengikuti kebenaran, sedang Nabi SAW. selalu mencari jalan untuk melepaskan mereka dari lembah kebodohan, sehingga ia menemui jalan untuk itu dan untuk menyelamatkan mereka dari kehancuran yang sedang mereka alami.
Maksudnya, Allah telah membersihkan jiwa Nabi SAW. dari segala macam perasaan cemas, sehingga dia tidak gelisah, tidak susah dan tidak pula gusar. Dijadikan-Nya selalu tenang dan percaya akan pertolongan dan bantuan Allah kepadanya serta yakin bahwa Allah yang menugasinya sebagai Rasul sekali-kali tidak akan membantu musuh-musuhnya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Alam Nasyrah 1
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (1)
(Bukankah Kami telah melapangkan) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna Taqrir atau menetapkan, yakni Kami telah melapangkan (untukmu) hai Muhammad (dadamu?) dengan kenabian dan lain-lainnya.

Asbabun Nuzul:
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Alam Nasyrah 6

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)
Ibnu Abbas r.a. menceritakan bahwa ayat ini diturunkan ketika orang-orang musyrik mencela orang-orang muslim karena kemiskinannya. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Hasan yang menceritakan, bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya, "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Q.S. Al Insyiraah, 6) lalu Nabi saw. bersabda, "Bergembiralah (hai orang-orang mukmin) kelak akan datang kemudahan bagi kalian, karena satu kesulitan sekali-kali tidak akan dapat mengalahkan dua kemudahan."

Ayat 2:

Tafsir:
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Alam Nasyrah 2 - 3
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ (2) الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ (3)
Dalam ayat-ayat ini Allah mengungkapkan bahwa Dia berkenan meringankan beban yang dipikulkan kepada Nabi-Nya dalam menunaikan penyebaran risalah-Nya sehingga dengan mudah ia dapat menyampaikannya kepada manusia, dengan jiwa yang tenteram menghadapi tantangan musuh-musuhnya walaupun kadang-kadang tantangan itu berbahaya.
Setelah Rasulullah SAW. diangkat menjadi Rasul maka mulailah beliau melaksanakan tugas menyampaikan agama Allah kepada orang-orang Quraisy karena timbul reaksi yang kuat dari orang-orang Quraisy, beliau menyiarkan Agama Islam dengan sembunyi-sembunyi, karena itu beliau merasakan amat berat melakukan tugas itu; maka dengan masuk Islamnya beberapa orang pembesar Quraisy seperti Umar bin Khattab, Sayyidina Hamzah dan lain-lain, Rasulullah merasa ringan melaksanakan tugasnya. Hal ini ditambah lagi dengan datangnya perintah Allah untuk menyiarkan Agama Islam dengan terang-terangan dan adanya jaminan Allah untuk menolong beliau sebagaimana firman-Nya:

فاصدع بما تؤمر واعرض عن المشركين إنا كفيناك المستهزئين الذين يجعلون مع الله إلها آخر
Artinya:
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu), (yaitu) orang-orang yang menganggap adanya Tuhan yang lain di samping Allah. (Q.S. Al Hijr: 94-95)

Ayat 3:

Tafsir:
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Alam Nasyrah 2 - 3
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ (2) الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ (3)
Dalam ayat-ayat ini Allah mengungkapkan bahwa Dia berkenan meringankan beban yang dipikulkan kepada Nabi-Nya dalam menunaikan penyebaran risalah-Nya sehingga dengan mudah ia dapat menyampaikannya kepada manusia, dengan jiwa yang tenteram menghadapi tantangan musuh-musuhnya walaupun kadang-kadang tantangan itu berbahaya.
Setelah Rasulullah SAW. diangkat menjadi Rasul maka mulailah beliau melaksanakan tugas menyampaikan agama Allah kepada orang-orang Quraisy karena timbul reaksi yang kuat dari orang-orang Quraisy, beliau menyiarkan Agama Islam dengan sembunyi-sembunyi, karena itu beliau merasakan amat berat melakukan tugas itu; maka dengan masuk Islamnya beberapa orang pembesar Quraisy seperti Umar bin Khattab, Sayyidina Hamzah dan lain-lain, Rasulullah merasa ringan melaksanakan tugasnya. Hal ini ditambah lagi dengan datangnya perintah Allah untuk menyiarkan Agama Islam dengan terang-terangan dan adanya jaminan Allah untuk menolong beliau sebagaimana firman-Nya:

فاصدع بما تؤمر واعرض عن المشركين إنا كفيناك المستهزئين الذين يجعلون مع الله إلها آخر
Artinya:
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu), (yaitu) orang-orang yang menganggap adanya Tuhan yang lain di samping Allah. (Q.S. Al Hijr: 94-95)

Ayat 4:

Tafsir:

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Alam Nasyrah 4
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ (4)
Dalam ayat ini Allah menerangkan pula bahwa Dia mengangkat derajat Nabi-Nya, meninggikan kedudukannya dan memperbesar pengaruhnya. Apakah ada pangkat yang lebih mulia dari pangkat nubuwah yang telah dianugerahkan Allah kepadanya? Apakah ada yang lebih utama dari tersebarnya ke seluruh dunia pengikut-pengikut yang setia yang patuh menjalankan perintah-perintahnya serta menjauhi larangan-larangannya.
Mereka melakukan yang demikian itu karena yakin bahwa dalam menjalankan perintah-perintahnya itu terdapat keuntungan yang besar, sedang mendurhakainya adalah kerugian besar. Apakah ada sebutan yang lebih mulia dan dapat membanggakan hati daripada menyebut namanya bersama nama Allah Yang Maha Rahman, sebagai tanda kesempurnaan insani? Sebutan mana lagi yang lebih mulia daripada sebutan yang dijadikan tanda pengakuan kerasulannya dan pengakuan tersebut dijadikan syarat seseorang menjadi penghuni surga.
Selain dari itu Nabi SAW. telah membebaskan umat manusia dari perbudakan, kebodohan dan kerusakan pikiran dan membawa manusia kembali kepada fitrah yang menjamin kebebasan berpikir dan berkehendak sehingga dapat menemukan yang hak dan mengetahui siapakah sebenarnya yang harus disembah. Dengan demikian bersatulah mereka dalam keimanan dan beribadat kepada Allah Yang Maha Esa, sesudah mereka berbeda-beda dalam penyembahan mereka. Beliaulah yang menyingkirkan dari mereka awan-awan kegelapan serta menerangi jalan yang harus ditempuh untuk menuju kepada kejayaan dan kebahagiaan.

Ayat 5:

Tafsir:

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Alam Nasyrah 5
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5)
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa sesungguhnya di dalam setiap kesempitan di situ terdapat kelapangan dan di dalam setiap kekurangan sarana untuk mencapai suatu keinginan di situ pula terdapat jalan keluar, jika seseorang dalam menuntut sesuatu tetap berpegang pada kesabaran dan tawakal kepada Tuhannya. Ini adalah sifat Nabi SAW. baik sebelum beliau diangkat menjadi Rasul maupun sesudahnya, ketika beliau terdesak menghadapi tantangan kaumnya.
Walaupun demikian, beliau tidak pernah gelisah dan tidak pula mengubah tujuan tetapi beliau bersabar menghadapi kejahatan kaumnya dan terus menjalankan dakwah sambil berserah diri dengan tawakal kepada Allah dan mengharap pahala daripada-Nya. Begitulah keadaan Nabi SAW. sejak permulaan dakwahnya. Pada akhirnya Allah memberikan kepadanya pendukung-pendukung yang mencintai beliau sepenuh hati dan bertekad untuk menjaga diri pribadi beliau dan agama yang dibawanya, dengan keyakinan bahwa tidaklah sempurna hidup mereka kecuali dengan menghancurkan dan meleburkan segala sendi kemusyrikan dan kekafiran. Lalu mereka bersedia menebus pahala dan nikmat yang disediakan di sisi Allah bagi orang-orang yang berjihad pada jalan-Nya dengan jiwa dan harta dan semua yang mereka miliki. Maka dengan demikian mereka telah sanggup menghancurkan kubu-kubu pertahanan raja-raja Persia dan Romawi.
Ayat tersebut seakan-akan menyalakan bahwa bila keadaan telah terlalu gawat maka dengan sendirinya kita ingin keluar dengan selamat dari kegawatan tersebut dengan melalui segala jalan yang dapat ditempuh, sambil bertawakal kepada Allah. maka dengan demikian tercapai kemenangan biar bagaimanapun hebatnya rintangan dan percobaan yang dihadapi.
Dengan ini pula Allah memberitahukan kepada Nabi Nya bahwa keadaannya akan berubah, dari miskin menjadi kaya, dari tidak mempunyai teman sampai mempunyai saudara yang banyak dan dari kebencian kaumnya kepada kecintaan yang tidak ada taranya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Alam Nasyrah 5
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5)
(Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu) atau kesukaran itu (ada kelapangan) yakni kemudahan.

Ayat 6:

Tafsir:

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Alam Nasyrah 6
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)
Ayat ini adalah ulangan ayat sebelumnya untuk menguatkan arti yang terkandung dalam ayat yang terdahulu; yakni bila kesulitan itu dihadapi dengan tekad yang sungguh-sungguh dan berusaha dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk melepaskan diri daripadanya, tekun dan sabar serta tidak mengeluh atas kelambatan datangnya kemudahan, pasti kemudahan itu akan tiba.

Asbabun Nuzul:
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Alam Nasyrah 6
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)
Ibnu Abbas r.a. menceritakan bahwa ayat ini diturunkan ketika orang-orang musyrik mencela orang-orang muslim karena kemiskinannya. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Hasan yang menceritakan, bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya, "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Q.S. Al Insyiraah, 6) lalu Nabi saw. bersabda, "Bergembiralah (hai orang-orang mukmin) kelak akan datang kemudahan bagi kalian, karena satu kesulitan sekali-kali tidak akan dapat mengalahkan dua kemudahan."

Ayat 7:

Tafsir:

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Alam Nasyrah 7
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (7)
Kemudian sesudah Allah menyatakan nikmat-nikmat-Nya kepada Rasul-Nya dan janji-Nya akan menyelamatkannya dari bahaya-bahaya yang menimpanya Dia memerintahkan kepadanya agar mensyukuri nikmat-nikmat tersebut dengan tekun beramal saleh sambil bertawakal kepada-Nya. Bila ia telah selesai mengerjakan suatu amal perbuatan lainnya, karena dalam keadaan terus beramal akan menemui ketenangan jiwa dan kelapangan hati. Dan ayat ini menganjurkan agar Nabi SAW. tetap rajin dan terus menerus tekun beramal.


Ayat 8:

Tafsir:

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Alam Nasyrah 8
وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (8)
Dalam ayat ini Allah menegaskan agar Nabi-Nya jangan mengharapkan pahala dan hasil amal perbuatannya hanya menuntut keridaan Allah semata-mata karena Dialah yang sebenarnya yang dituju dalam amal ibadat dan pada-Nyalah tempat merendahkan diri.




الشرح
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم


أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١﴾ وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ﴿٢﴾ ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ ﴿٣﴾ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴿٤﴾ فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٥﴾ إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٦﴾ فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ ﴿٧﴾ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب ﴿٨

Alam nasyrah laka shadraka, wawadha'naa 'anka wizraka, alladzii anqadha zhahraka, warafa'naa laka dzikraka, fa-inna ma'a al'usri yusraan, inna ma'a al'usri yusraan, fa-idzaa faraghta fainshab, wa-ilaa rabbika fairghab.

Translate:
1). Have We not caused thy bosom to dilate
2). And eased thee of the burden
3). Which weighed down thy back ;
4). And exalted thy fame?
5). But lo! with hardship goeth ease
6). Lo! with hardship goeth ease ;
7). So when thou art relieved , still toil
8). And strive to please thy Lord


Artinya:
1). Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
2). Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
3). Yang memberatkan punggungmu 1585 ?
4). Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu 1586 ,
5). Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
6). Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
7). Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain 1587 ,
8). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap


French, Italian, Chinese, Japanese, Malay, Portuguese, Spanish, Turkish

French:
94:1 N'avons-Nous pas ouvert pour toi ta poitrine ?
94:2 Et ne t'avons-Nous pas déchargé du fardeau
94:3 qui accablait ton dos ?
94:4 Et exalté pour toi ta renommée ?
94:5 A côté de la difficulté est, certes, une facilité !
94:6 A côté de la difficulté, est certes, une facilité !
94:7 Quand tu te libères, donc, lève-toi ,
94:8 et à ton Seigneur aspire.


Italian:
94:1 Non ti abbiamo forse aperto il petto [alla fede]?
94:2 E non ti abbiamo sbarazzato del fardello
94:3 che gravava sulle tue spalle?
94:4 [Non abbiamo] innalzato la tua fama?
94:5 In verità per ogni difficoltà c'è una facilità.
94:6 Sì, per ogni difficoltà c'è una facilità.
94:7 Appena ne hai il tempo, mettiti dunque ritto,
94:8 e aspira al tuo Signore.

Chinese:
94:1. 难道我没有为你而开拓你的胸襟吗?
94:2. 我卸下了你的重任
94:3. 即使你的背担负过重的,
94:4. 而提高了你的声望,
94:5. 与艰难相伴的,确是容易,
94:6. 与艰难相伴的,确是容易,
94:7. 当你的事务完毕时,
94:8. 你应当勤劳,你应当向你的主恳求。


Japanese:
94:1 われは,あなたの胸を広げなかったか。
94:2 あなたから重荷を降したではないか。
94:3 それは,あなたの背中を押し付けていた。
94:4 またわれは,あなたの名声を高めたではないか。
94:5 本当に困難と共に,安楽はあり,
94:6 本当に困難と共に,安楽はある。
SelectViewTweet it
94:7 それで(当面の務めから)楽になったら,更に労苦して,
94:8 (只一筋に)あなたの主に傾倒するがいい。


Malay:
94:1 Bukankah Kami telah melapangkan bagimu: dadamu (wahai Muhammad serta mengisinya dengan iman dan hidayah petunjuk) ?
94:2 Dan Kami telah meringankan daripadamu: bebanmu (menyiarkan Islam) -
94:3 Yang memberati tanggunganmu, (dengan memberikan berbagai kemudahan dalam melaksanakannya)?
94:4 Dan Kami telah meninggikan bagimu: sebutan namamu (dengan mengurniakan pangkat Nabi dan berbagai kemuliaan)?
94:5 Oleh itu, maka (tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan,
94:6 (Sekali lagi ditegaskan): bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan.
94:7 Kemudian apabila engkau telah selesai (daripada sesuatu amal soleh), maka bersungguh-sungguhlah engkau berusaha (mengerjakan amal soleh yang lain),
94:8 Dan kepada Tuhanmu sahaja hendaklah engkau memohon (apa yang engkau gemar dan ingini).


Portuguese:
94:1 Acaso, não confortamos o teu peito,
94:2 E aliviamos o teu fardo,
94:3 Que feria as tuas costas,
94:4 E enaltecemos a tua reputação?
94:5 Em verdade, com a adversidade está a facilidade!
94:6 Certamente, com a adversidade está a facilidade!
94:7 Assim, pois, quando estiveres livre (dos teus afazeres), continua a prédica,
94:8 E volta para o teu Senhor (toda) a atenção.


Spanish:
94:1 ¿No te hemos infundido ánimo,
94:2 Liberado de la carga
94:3 Que agobiaba tu espalda
94:4 Y alzado tu reputación?
94:5 ¡La adversidad y la felicidad van a una!
94:6 ¡La adversidad y la felicidad van a una!
94:7 Cuando estés libre, ¡mantente diligente!
94:8 Y a tu Señor ¡deséale ardientemente!


Turkish:
94:1 Açıp genişletmedik mi senin göğsünü!
94:2 İndirmedik mi üzerinden ağır yükünü!
94:3 Ki o, belini çatırdatmıştı senin.
94:4 Ve yüceltmedik mi senin şanını!
94:5 Demek ki, zorluğun yanında bir kolaylık mutlaka var!
94:6 Zorluğun yanında bir kolaylık muhakkak var!
94:7 O halde,bir iş ve oluştan boşalır boşalmaz yeni bir işe koyulup yorul!
SelectViewTweet it
94:8 Ve yalnız Rabbine yönelip doğrul!


PENUTUP

Surat Alam Nasyrah ini merupakan tasliyah atau penghibur hati bagi Nabi Muhammdad s.a.w.

HUBUNGAN SURAT ALAM NASYRAH DENGAN SURAT AT TIN.
Dalam surat Alam Nasyrah, Allah s.w.t. menjelaskan perintah kepada Nabi Muhammad s.a.w. selaku manusia sempurna. Maka dalam surat At Tiin, diterangkan bahwa manusia itu adalah makhluk Allah yang mempunyai kesanggupan baik lahir maupun batin. Kesanggupannya itu menjadi kenyataan bilamana mereka mengikuti jejak Nabi Muhammad s.a.w.



Footnote:

1585. Yang dimaksud dengan beban di sini ialah kesusahan-kesusahan yang diderita Nabi Muhammad s.a.w. dalam menyampaikan risalah.

1586. Meninggikan nama Nabi Muhammad s.a.w di sini Maksudnya ialah meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, menjadikan taat kepada Nabi Termasuk taat kepada Allah dan lain-lain.

1587. Maksudnya: sebagian ahli tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) telah selesai berdakwah Maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia Maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan: apabila telah selesai mengerjakan shalat berdoalah.


Tags: Surat Alam nasroh Juz'Amma [Bukankah Kami yang Melapangkan] 8 Ayat, Juz 30 Surat ke-94 lengkap dengan Tafsir, Asbabun Nuzul, Arti dan Terjemahan Bahasa Inggris, Jepang. Malaysia, Spanyol, Prancis, Italia, dll

5 comments:

Artikelnya sangat bermanfaat, terimakasih semoga menjadi amal ibadah kakak...

Alhamdulillah bermanfaat semoga dpt balasan yg lbih baik "amiin"

Subhanallah, semoga yang menulis artikel ini mendapat keberkahan dari Allah Ta'aala

Saya suka Format anda
mudah2an bertambah rahmat dn berkaah utk anda

Post a Comment