Thursday

Surat An Naas | ٱلنَّاسِ

Lafadz/Teks Surat An Naas: 6 Ayat dilengkapi dengan Terjemah, Tafsir, dan Asbabun Nuzul.


AN NAAS (MANUSIA)

MUQADDIMAH

     Surat ini terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Falaq. Nama "An Naas" diambil dari "An Naas" yang berulang kali disebut dalam surat ini yang artinya manusia.

Pokok-pokok isinya:

Perintah kepada manusia agar berlindung kepada Allah dari segala macam kejahatan yang datang kedalam jiwa manusia dari jin dan manusia.

Tafsir dan Asbabun Nuzul Ayat 1 - 6
I. Ayat 1:

Tafsir

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naas 1
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1)
Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya termasuk pula di dalamnya seluruh umatnya agar memohonkan perlindungan kepada Tuhan yang menjadikan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan dan menjaga kelangsungan hidup manusia dengan nikmat dan kasih sayang-Nya serta memberi peringatan kepada mereka dengan ancaman-ancaman-Nya.

Asbabun Nuzul:
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah An Naas 1
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1)
Imam Baihaqi di dalam kitab Dalaailun Nubuwwah-nya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Al Kalbi yang diterimanya dari Abu Saleh, Abu Saleh menerimanya dari Ibnu Abbas r.a. Ibnu Abbas r.a. menceritakan, bahwa Rasulullah saw. mengalami sakit keras, lalu dua malaikat datang menemuinya. Salah seorang duduk di sebelah kepalanya sedangkan yang lainnya di sebelah kakinya. Malaikat yang berada di sebelah kedua kakinya berkata kepada malaikat yang berada di sebelah kepalanya: "Apakah yang kamu lihat?" Malaikat yang berada di sebelah kepalanya menjawab: "Thabb". Malaikat yang berada di sebelah kakinya bertanya: "Apakah Thabb itu?" Ia menjawab: "Sihir". Malaikat yang ada di sebelah kakinya bertanya: "Siapakah yang menyihirnya?" Ia menjawab: "Lubaid Al A'sham orang Yahudi". Malaikat yang berada di sebelah kakinya bertanya: "Di manakah sihir itu disimpan?" Malaikat yang ada di sebelah kepalanya menjawab: "Di dalam sumur keluarga si Polan, ia terletak di bawah sebuah batu besar dalam keadaan terbungkus". Kemudian mereka berdua mendatangi sumur itu, lalu mereka menguras airnya dan mengangkat batu besar, kemudian mereka mengambil buntelan itu lalu membakarnya. Dan pada waktu subuh, yaitu pagi hari dari malam itu Rasulullah saw. mengutus Ammar ibnu Yasir beserta beberapa orang lainnya untuk mengambil buntelan sihir itu. Lalu mereka mendatangi sumur tersebut, tiba-tiba sesampainya mereka di sana melihat air sumur itu seakan-akan berwarna merah darah. Selanjutnya mereka menguras air sumur tersebut lalu mengangkat batu besar yang ada di dalamnya, lalu mereka mengeluarkan buntelan sihir kemudian langsung membakarnya. Ternyata di dalam buntelan itu terdapat seutas tali yang padanya ada sebelas buhul atau ikatan. Kemudian diturunkan kedua surah ini kepada Rasulullah saw., setiap kali beliau membaca satu ayat dari kedua surah tersebut terlepuslah satu ikatannya. Kedua surah tersebut; yang pertama dimulai dengan firman-Nya, "Katakanlah!, 'Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai subuh ...'" (Q.S. Al Falaq, 1) dan surah yang kedua diawali dengan firman-Nya, "Katakanlah!, 'Aku berlindung kepada Rabb manusia...'" (Q.S An Naas, 1) Asal hadis ini mempunyai Syahid di dalam kitab Sahih hanya, tanpa disebutkan turunnya kedua surah tersebut; akan tetapi turunnya kedua surah itu memiliki Syahid yang lainnya yang memperkuat Asbaabun Nuzul kedua surah itu. Imam Abu Na'im di dalam kitab Dalaail mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Abu Jakfar Ar Raazi yang ja telah menerimanya dari Ar Rabi' ibnu Anas, kemudian Ar Rabi' telah menerimanya pula dari Anas ibnu Malik r.a. Anas ibnu Malik r.a. menceritakan, bahwa ada seorang Yahudi berbuat sesuatu terhadap Rasulullah uaw. Maka karena hal tersebut, Rasulullah saw. mengalami sakit keras, ketika para sahabat datang menjenguknya, mereka mengira, bahwa hal itu hanyalah diakibatkan saki biasa. Kemudian datanglah malaikat Jibril dengan membawa turun kedua surah ini; malaikat Jibril segera mengobatinya dengan membacakan kedua surah itu. Lalu Rasulullah saw. keluar menemui para sahabatnya dalam keadaan sehat dan segar-bugar.

II. Ayat 2:

Tafsir:

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naas 2
مَلِكِ النَّاسِ (2)
Allah SWT menjelaskan bahwa Tuhan yang mendidik manusia itu adalah yang memiliki dan yang mengatur semua syariat, dan yang membuat undang-undang, dan yang membuat peraturan-peraturan dan hukum-hukum agama. Barangsiapa mematuhinya akan berbahagia hidup di dunia dan di akhirat.

III. Ayat 3:

Tafsir:

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naas 3
إِلَهِ النَّاسِ (3)
Allah SWT menambah keterangan tentang Tuhan pendidik manusia ialah yang menguasai jiwa mereka dengan kehesaran-Nya. Mereka tidak mengetahui kekuasaan Allah itu secara keseluruhan, tetapi mereka tunduk kepada-Nya dengan sepenuh hatinya dan mereka tidak mengetahui bagaimana datangnya dorongan hati kepada mereka itu, sehingga dapat mempengaruhi seluruh jiwa raga mereka.
Mendahulukan kata "RABB" (pendidik) dari kata "Malik" dan dari kata "Ilah" karena didikan adalah nikmat Allah yang paling utama dan terbesar bagi manusia. Kemudian yang kedua diikuti dengan kata "Malik" (Raja) karena manusia harus tunduk kepada kerajaan Allah sesudah mereka dewasa dan berakal. Kemudian diikuti dengan kata "Ilah" (sembahan), karena manusia sesudah berakal menyadari bahwa hanya kepada Allah mereka harus tunduk dan hanya Dia saja yang berhak untuk disembah.
Allah menyatakan dalam ayat-ayat ini bahwa Dia Raja manusia, Pemilik manusia dan Tuhan manusia, bahkan Dia adalah Tuhan segala sesuatu. Tetapi di lain pihak manusialah yang membuat kesalahan dan kekeliruan dalam menyifati Allah sehingga mereka tersesat dari jalan lurus. Mereka mengadakan tuhan-tuhan lain yang mereka sembah dengan anggapan bahwa tuhan-tuhan itulah yang memberi nikmat dan bahagia serta menolak bahaya dari mereka, yang mengatur hidup mereka, menggariskan batas-batas yang boleh atau tidak boleh mereka lakukan. Mereka memberi nama tuhan-tuhan itu dengan pembantu-pembantunya dan menyangka bahwa tuhan-tuhan itulah yang mengatur segala gerak-gerik mereka.
Dalam ayat lain yang hampir sama artinya Allah berfirman:
Â
اتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا من دون الله والمسيح ابن مريم وما أمروا إلا ليعبدوا إلها واحدا لا إله إلا هو سبحانه عما يشركون
Artinya:
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
(Q.S. At Taubah: 31)
Dan firman-Nya:
Â
ولا يأمركم أن تتخذوا الملائكة والنبيين أربابا أيأمركم بالكفر بعد إذ أنتم مسلمون
Artinya:
Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para Nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) Dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam!.
(Q.S. Ali Imran: 80).
Maksudnya, dengan ini Allah memperingatkan manusia bahwa Dia-lah yang mendidik mereka sedang mereka adalah manusia-manusia yang suka berfikir dan Dia raja mereka dan Dia pula Tuhan mereka menurut pikiran mereka, maka tidak benarlah apa yang mereka ada-adakan untuk mendewa-dewakan diri mereka padahal mereka manusia biasa.

IV. Ayat :

Tafsir:

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naas 4
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4)
Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia agar berlindung kepada Allah Rabbul Alamin dari kejahatan bisikan setan yang senantiasa bersembunyi di dalam hati manusia.
Bisikan dan was-was yang berasal dari godaan setan itu bila dihadapkan kepada akal yang sehat mesti kalah dan orang yang tergoda menjadi sadar kembali, karena semua bisikan dan was-was setan yang akan menyakiti mausia itu akan menjadi hampa bila jiwa sadar kembali kepada perintah-perintah agama. Begitu pula bila seorang menggoda temannya yang lain untuk melakukan suatu kejahatan, tetapi temannya itu berpegang kuat dengan perintah-perintah agama niscaya ia akan berhenti menggoda dan merasa kecewa karena godaannya itu tidak berhasil namun ia tetap menunggu kesempatan yang lain.

V. Ayat 5:

Tafsir:

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naas 5 - 6
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan tentang godaan tersebut, iaitu bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia, yang mungkin datangnya dari jin atau manusia, sebagaimana dalam ayat lain yang hampir sama maksudnya Allah berfirman:
Â
وكذلك جعلنا لكل نبي عدوا شياطين الإنس والجن
Artinya:
"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) Jin".
Q.S. (Al An'am): 112.
Setan-setan jin itu seringkali membisikkan suatu keraguan dengan cara yang sangat halus kepada manusia. Seringkali dia menampakkan dirinya sebagai penasehat yang ikhlas, tetapi bila engkau menghardiknya ia mundur dan bila diperhatikan bicaranya ia terus melanjutkan godaannya secara berlebih-lebihan.
Dalam hal ini Nabi SAW. telah bersabda:

ان الله تجاوز لأمتي عما حدثت أنفسها ما لم تعمل أو تتكلم به "رواه أبو هريرة وخرجه مسلم
Artinya:
Sesungguhnya Allah SWT memaafkan dari umatku bisikan Jiwanya, selama ia belum mengamalkan atau mengucapkannya.
HR. Bukhari dari Abu Hurairah.
Syekh Muhammad Abduh berpendapat bahwa yang menyebabkan bisikan itu ada dua macam:
1. Dari jin yaitu sebangsa makhluk yang halus yang tersembunyi yang tidak dapat dikenal tetapi hanya dapat dirasakan bekas bisikannya dalam diri kita. Bagi setiap manusia ada setannya, yaitu kekuatan batin yang mendorong dia berbuat jahat, yang membisikkan ke dalam jiwanya bisikan-bisakan jahat.
2. Dari setan manusia; godaan manusia ini dapat kita saksikan dengan jelas, dengan melihat dan mendengarnya.
Tersebut dalam beberapa hadis tentang adanya belalai setan, hidung setan, paruh setan yang melekat di dada manusia atau di hati, itu semua adalah gambaran dan perumpamaan saja.
Surah ini dimulai dengan kata "Pendidik", karena itu Tuhan sebagai Pendidik manusia, berkuasa untuk menolak semua godaan setan dan bisikannya dari manusia.
Allah memberi petunjuk dalam surah ini agar manusia memohon pertolongan hanya kepada Allah saja sebagaimana Dia telah memberi petunjuk yang serupa dalam surah Al Ftihah, bahwa dasar yang terpenting dalam agama adalah menghadapkan diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah baik dalam ucapan, maupun perbuatan lainnya dan memohon perlindungan kepada-Nya dari segala godaan setan yang ia sendiri tidak mampu menolaknya.

VI. Ayat 6:

Tafsir:

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naas 5 - 6
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan tentang godaan tersebut, iaitu bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia, yang mungkin datangnya dari jin atau manusia, sebagaimana dalam ayat lain yang hampir sama maksudnya Allah berfirman:
Â
وكذلك جعلنا لكل نبي عدوا شياطين الإنس والجن
Artinya:
"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) Jin".
Q.S. (Al An'am): 112.
Setan-setan jin itu seringkali membisikkan suatu keraguan dengan cara yang sangat halus kepada manusia. Seringkali dia menampakkan dirinya sebagai penasehat yang ikhlas, tetapi bila engkau menghardiknya ia mundur dan bila diperhatikan bicaranya ia terus melanjutkan godaannya secara berlebih-lebihan.
Dalam hal ini Nabi SAW. telah bersabda:

ان الله تجاوز لأمتي عما حدثت أنفسها ما لم تعمل أو تتكلم به "رواه أبو هريرة وخرجه مسلم
Artinya:
Sesungguhnya Allah SWT memaafkan dari umatku bisikan Jiwanya, selama ia belum mengamalkan atau mengucapkannya.
HR. Bukhari dari Abu Hurairah.
Syekh Muhammad Abduh berpendapat bahwa yang menyebabkan bisikan itu ada dua macam:
1. Dari jin yaitu sebangsa makhluk yang halus yang tersembunyi yang tidak dapat dikenal tetapi hanya dapat dirasakan bekas bisikannya dalam diri kita. Bagi setiap manusia ada setannya, yaitu kekuatan batin yang mendorong dia berbuat jahat, yang membisikkan ke dalam jiwanya bisikan-bisakan jahat.
2. Dari setan manusia; godaan manusia ini dapat kita saksikan dengan jelas, dengan melihat dan mendengarnya.
Tersebut dalam beberapa hadis tentang adanya belalai setan, hidung setan, paruh setan yang melekat di dada manusia atau di hati, itu semua adalah gambaran dan perumpamaan saja.
Surah ini dimulai dengan kata "Pendidik", karena itu Tuhan sebagai Pendidik manusia, berkuasa untuk menolak semua godaan setan dan bisikannya dari manusia.
Allah memberi petunjuk dalam surah ini agar manusia memohon pertolongan hanya kepada Allah saja sebagaimana Dia telah memberi petunjuk yang serupa dalam surah Al Ftihah, bahwa dasar yang terpenting dalam agama adalah menghadapkan diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah baik dalam ucapan, maupun perbuatan lainnya dan memohon perlindungan kepada-Nya dari segala godaan setan yang ia sendiri tidak mampu menolaknya.



* ALLAH PELINDUNG MANUSIA DARI KEJAHATAN BISIKAN SYAITAN DAN MANUSIA

ٱلنَّاسِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ



قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ ٱلنَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ﴿٦

Qul a'uudzu birabbinnaasi, malikinnaasi, ilaahinnaasi, min syarri alwaswaasi alkhannaasi, alladzii yuwaswisu fii shuduurinnaasi, mina aljinnati waannaasi.

Translate:
1). Say : I seek refuge in the Lord of mankind
2). The King of mankind
3). The God of mankind
4). From the evil of the sneaking whisperer
5). Who whispereth in the hearts of mankind
6). Of the jinn and of mankind

Artinya:
1). Katakanlah: Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia
2). Raja manusia
3). Sembahan manusia
4). Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi
5). Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia
6). Dari (golongan) jin dan manusia.

French, Italian, Chinese, Japanese, Malay, Portuguese, Spanish, Turkish
French:
114:1 Dis : "Je cherche protection auprès du Seigneur des hommes.
114:2 Le Souverain des hommes,
114:3 Dieu des hommes,
114:4 contre le mal du mauvais conseiller, furtif,
114:5 qui souffle le mal dans les poitrines des hommes,
114:6 qu'il (le conseiller) soit un djinn, ou un être humain".

Italian:
114:1 Di': " Mi rifugio nel Signore degli uomini,
114:2 Re degli uomini,
114:3 Dio degli uomini,
114:4 contro il male del sussurratore furtivo,
114:5 che soffia il male nei cuori degli uomini,
114:6 che [venga] dai dèmoni o dagli uomini".

Chinese:
114:1. 你说 :我求庇于世人的主宰 ,
114:2. 世人的君王 ,
114:3. 世人的神明 ,
114:4. 免遭潜伏的教唆者的毒害 ,
114:5. 他在世人的胸中教唆 ,
114:6. 他是属于精灵和人类的。

Japanese:
114:1 言え,「ご加護を乞い願う,人間の主,
114:2 人間の王,
114:3 人間の神に。
114:4 こっそりと忍び込み,囁く者の悪から。
114:5 それが人間の胸に囁きかける,
114:6 ジン(幽精)であろうと,人間であろうと。」

Malay:
114:1. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada (Allah) Pemulihara sekalian manusia.
114:2. “Yang Menguasai sekalian manusia,
114:3. “Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia,
114:4. “Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, -
114:5. “Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, -
114:6. “(Iaitu pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia”.

Portuguese:
114:1 Dize: Amparo-me no Senhor dos humanos,
114:2 O Rei dos humanos,
114:3 O Deus dos humanos,
114:4 Contra o mal do sussurro do malfeitor,
114:5 Que sussurra aos corações dos humanos,
114:6 Entre gênios e humanos!

Spanish:
114:1 Di: «Me refugio en el Señor de los hombres,
114:2 el Rey de los hombres,
114:3 el Dios de los hombres,
114:4 del mal de la insinuación, del que se escabulle,
114:5 que insinúa en el ánimo de los hombres,
114:6 sea genio, sea hombre».

Turkish:
114:1 De ki: "İnsanların Rabbine sığınırım!
114:2 İnsanların yöneticisine, yönlendiricisine,
114:3 İnsanların ilahına;
114:4 Kıvrılıp kıvrılıp saklanan, sinip sinip gizlenen vesvesenin/o sinsi, o aldatıcı şeytanın şerrinden,
114:5 İnsanların göğüslerine kuşkular, kuruntular sokar o;
114:6 Cinlerden de insanlardan da olur o!"


PENUTUP

    Al Qur'an dimulai dengan surat Al Faatihah yang diantara isinya ialah agar manusia memohon hidayat ke jalan yang lurus dan memohon pertolongan dari Allah s.w.t. dan diakhiri dengan surat An Naas yang menganjurkan agar manusia memohon perlindungan kepada Allah dari segala kejahatan.


Term: القران الكريم | Ayat Alquran dan Terjemahnya | ٱلنَّاسِ:Manusia, 6 Ayat,Surat ke-144 | Surat An Naas, Juz'Amma, Juz 30 lengkap dengan Teks Arab-Latin, Arti terjemah Bahasa Inggris-Indonesia-Melayu-Prancis-Spanyol-Cina-Jepang-Portugis-Turki-Itali.

0 comments:

Post a Comment